CERDASI. ID, JAMBI – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi terus menggencarkan upaya mitigasi penanggulangan bencana kabut asap dan kebakaran lahan. Salah satu langkah konkret yang membuahkan hasil adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan yang dikelola langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG. Hal ini menyusul cuaca panas beberapa hari belakangan ini di Jambi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, yang juga menjabat sebagai Wakil Komandan (Wadan) Satgas Karhutla, Bachyuni Deliansyah,SH, MH, mengonfirmasi bahwa operasi penyemaian garam (NaCl) di udara Jambi telah dilakukan sebanyak tiga kali penerbangan dalam dua hari terakhir. Yakni sejak Sabtu dan Minggu (6-7 Juni 2026).
“Penerbangan kemarin (Sabtu, red) dilakukan satu kali penerbangan dengan menyemai 1 ton garam. Sementara minggu dilakukan dua kali penerbangan yang sukses menghasilkan hujan cukup deras, ” sebut Bachyuni.
Dikatakan Bayu (panggilan akrab Bachyuni, red) total operasi, hingga Minggu helikopter BNPB telah terbang sebanyak tiga kali khusus untuk OMC. Tak termasuk OMC perdana yang dilakukan bersama pihak swasta pekan lalu. Sementara stok garam dari BNPB untuk modifikasi cuaca masih tersisa sebanyak 3 ton di posko Siaga Darurat Karhutla Jambi di kawasan bandara Jambi.
Dijelaskan Bayu, dalam pelaksanaannya, tim gabungan memantau kemunculan awan potensial secara ketat. Penerbangan hari ini dilakukan pada pukul 09.00 hingga 10.50 WIB, di mana bibit awan hujan ditemukan di wilayah perbatasan Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi.
“Kemarin satu kali terbang, sekali berangkat 1 ton. Hari ini dua kali, makanya hujan agak deras. Besok kita lihat lagi, kalau besok ada bibitnya baru kita lakukan (penyemaian), kalau nggak ada nggak bisa juga,” ungkap Bachyuni.
Lebih lanjut, Bachyuni menjelaskan bahwa keberhasilan hujan di Kota Jambi hari ini sangat dipengaruhi oleh arah angin. Adapin Wilayah yang di OMC pada Kabupaten Tanjab timur dan Muaro Jambi.
“Arah anginnya dari Palembang masuk ke kota, makanya terjadi hujan juga di Kota Jambi,” jelas Bayu.
Di tengah kabar baik turunnya hujan, pihak Satgas Karhutla saat ditanya informasi adanya lahan terbakar sejauh ini menyatakan pihak BPBD belum dapat merilis data resmi terkait total luasan lahan yang hangus.
Bayu tak memungkiri bahwa data tersebut masih dalam tahap konsolidasi dan perhitungan pasti di lapangan. Ia juga menyatakan harus melaporkan data tersebut kepada Komandan Korem (Danrem) selaku pimpinan Satgas Karhutla. (cer)

























Discussion about this post