CERDASI. ID, JAMBI – Kabupaten Kerinci mendapat kepercayaan khusus dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, untuk mengembangkan komoditas strategis baru berupa gandum saat kunjungan kerjanya pada Juli lalu. Perkembangannya, hingga akhir tahun ini tahapannya masuk survei penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang paling tepat.
Bupati Kerinci Monadi, mengungkapkan tahapan yang sedang bergulir, pemerintah daerah tengah melakukan survei intensif untuk menetapkan CPCL yang paling tepat.
” Sudah disurvei untuk pembibitan. Yang jelas syaratnya harus di ketinggian 800 mdpl (meter di atas permukaan laut) ke atas,” ujar Monadi kepada cerdasi. id (6/1/2026).
Monadi menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian mengalokasikan pagu lahan seluas kurang lebih 200 hektare untuk pengembangan awal gandum di Kerinci. Beberapa wilayah dataran tinggi, seperti kawasan Belui, menjadi opsi lokasi penanaman. Namun, Pemkab Kerinci masih akan melakukan pengecekan akhir untuk memastikan kesesuaian lahan (agroklimat).
Meski menyambut baik bantuan Kementan, Monadi mengakui adanya tantangan sosial di lapangan. Gandum merupakan barang baru bagi mayoritas petani di Kerinci yang selama ini sangat ahli dan terbiasa menanam padi.
“Karena ini sesuatu yang baru, kalau kita paksakan langsung ke masyarakat, mereka belum tentu bisa langsung menerima. Beda kalau disuruh tanam padi, pasti cepat,” jelasnya.
Oleh karena itu, Bupati menekankan pentingnya proses pemberdayaan dan pendampingan yang intensif kepada para petani. Program ini tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga mengedukasi petani tentang teknik budidaya gandum yang benar agar hasil panen bisa maksimal dan proyek percontohan ini berhasil.
“Harus ada proses pemberdayaan. Nanti kita lihat perkembangannya apakah memungkinkan untuk direalisasikan sepenuhnya (200 hektar), kita cek dulu mana yang paling pas,” sebutnya Monadi.
Sebelumnya saat kunker di Kerinci dan Sungai Penuh Juli lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, Jambi menjadi proyek percobaan pengembangan tanaman gandum perdana di Indonesia.
Untuk itu, Kementan juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mendukung penelitian dan pengembangan tanaman gandum.
Menurut Amran, Kabupaten Kerinci merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan tanaman gandum karena memiliki ketinggian lebih 800 mdpl.
“Dengan mempertimbangkan ketinggian wilayah yang mencapai lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, terdapat potensi yang signifikan dalam pengembangan budidaya gandum, ” jelasnya. (al/cer)

























Discussion about this post