CERDASI. ID, JAMBI – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Dr. H. Katamso,SE, ME memberikan apresiasi tinggi atas disertasi yang dipresentasikan oleh Nurachmat Herlambang pada Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan rekam jejak dan kapasitas intelektualnya, Katamso menilai Nurachmat sudah sangat pantas dan layak menyandang gelar Doktor.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Katamso saat memberikan testimoni di hadapan para penguji dan guru besar dalam sidang promosi doktor di lantai 4 Graha Kemas Mohammad Saleh Pascasarjana Universitas Jambi.
Ia mengungkapkan bahwa pemikiran kritis dan cerdas yang dituangkan Nurachmat dalam disertasinya bukanlah hal yang baru.
Dalam sambutannya, Katamso turut mengenang masa-masa saat ia dan Nurachmat masih bersama-sama bertugas di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jambi.
”Bagi saya pribadi, sejak saya kenal beliau di tahun 2000, rasanya beliau ini sudah (seperti) doktor,” ujar Katamso yang disambut hangat oleh para hadirin.
Lebih lanjut, Katamso membeberkan kiprah Nurachmat di masa lalu. Ia menyebut bahwa Nurachmat memiliki peran penting di pemerintahan provinsi sebagai perumus naskah pimpinan.
”Ide-ide yang beliau sampaikan tadi, sejujurnya itulah yang selalu kami bahas dulu waktu saya masih bertugas di Provinsi Jambi. Beliau ini adalah konseptor pidato Gubernur,” ungkap Katamso.
Oleh karena itu, Wakil Bupati Tanjabbar ini mengaku sama sekali tidak terkejut dengan kualitas presentasi, penyampaian, dan kedalaman gagasan yang diujikan oleh Nurachmat hari ini.
”Bagi saya, apa yang disampaikan tadi tidak mengejutkan sama sekali, karena memang begitulah (kualitas) beliau. Jadi menurut saya, beliau sangat wajar dan layak untuk menyandang gelar doktor. Terima kasih,” pungkas Katamso menutup testimoninya.

Adapun Dr.Ir.Nurachmat Herlambang, MMA saat menjadi Promovendus berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dinamika Ekonomi Minyak Sawit dan Minyak Kedelai serta Dampaknya terhadap Indikator Sustainable Development Goal (SDGs) Pada Negara Produsen Utama”. Disertasinya itu sukses membuka fakta baru yang selama ini kerap disalahpahami oleh dunia internasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Nurachmat dengan tegas mematahkan stigma yang menyebutkan bahwa kelapa sawit merupakan penyumbang utama kerusakan lingkungan akibat pembukaan lahan.
“Minyak sawit menghasilkan produksi yang jauh lebih tinggi daripada minyak kedelai. Faktanya, dalam 30 tahun terakhir, pertambahan luas lahan sawit itu hanya sepertiga dari pertambahan luas lahan kedelai,” ungkap Dr. Nurachmat usai ujian promosinya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menggunakan data ilmiah untuk melawan kampanye hitam terhadap kelapa sawit yang kerap dilontarkan oleh pihak asing.
“Kita berharap negatif campaign atau narasi buruk tentang tanaman kelapa sawit yang dibilang tidak ramah lingkungan, harus secara data kita bantah. Sebenarnya kedelai jauh lebih banyak memakai lahan untuk produksi yang lebih sedikit,” tegas pria yang menjabat Kepala Diskominfo Provinsi Jambi tahun 2017-2023 ini. (dri)



























Discussion about this post