CERDASI.ID, JAMBI – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Jambi memasang target ekspansi yang sangat agresif di sektor properti daerah.
Meski dihadapkan pada kendala klasik terkait ketersediaan lahan dan dinamika perizinan, Ketua APERSI Jambi, Fadhli,S.Kom, SH, M. Si menegaskan kesiapannya menjawab tantangan langsung dari Ketua Umum DPP APERSI untuk menjadikan organisasinya sebagai asosiasi pengembang nomor satu pada tahun depan.
Kepercayaan diri ini dilandasi oleh tren positif yang dibukukan oleh anggota asosiasi. Hingga bulan Oktober, APERSI Jambi telah sukses mencatatkan realisasi pembangunan sekitar 2.100 unit rumah bagi masyarakat.
”Kami sebagai pengembang tentu sangat berani mengambil tantangan itu,” tegas Fadhli dengan penuh optimisme.
Saat ini, peta persaingan menempatkan APERSI sebagai organisasi pengembang eksis kedua terbesar di Provinsi Jambi, berada di bawah REI. Namun, peta kekuatan tersebut semakin berimbang karena selisih capaian pembangunan kedua asosiasi kini hanya terpaut sekitar 1.000 unit. Menyikapi jarak yang semakin menipis ini, Fadhli meyakini pihaknya mampu memacu kinerja anggota untuk segera sejajar, bahkan melampaui capaian puncak kompetitornya.

Lebih lanjut, Fadhli memastikan bahwa determinasi para pengembang APERSI tidak sekadar berorientasi pada pencapaian target bisnis dan profit. Percepatan pembangunan sektor perumahan dinilainya selalu membawa multiplier effect (efek ganda) yang langsung dirasakan oleh perekonomian masyarakat akar rumput di sekitar lokasi proyek perumahan.
”Kami juga membantu menyukseskan program pemerintah. Di sisi pengusaha, bisnis kami berjalan lancar, dan berbarengan dengan itu banyak warga masyarakat seperti tukang bangunan dan toko material yang juga ikut maju dan tumbuh perekonomiannya,” pungkas Fadhli.
Sebelumnya, Ketua DPP APERSI Deddy Indrasetiawan turut menantang DPD APERSI Jambi yang telah membangun 2.100 unit rumah hingga Oktober untuk bisa menjadi asosiasi nomor satu di wilayahnya pada tahun depan. Tantangan ini disambut optimistis oleh perwakilan APERSI Jambi guna mengejar ketertinggalan sekitar 1.000 unit dari asosiasi REI. “Kami sebagai pengembang tentu sangat berani mengambil challenge itu, insyaallah kita akan mencoba sejajar bahkan melewati,” ujar Ketua DPD APERSI Jambi Fadhli.(cer)






















Discussion about this post