CERDASI. ID, JAMBI – Dengan mantel plastik biru khasnya, Bupati Kerinci menembus rintik hujan dan banjir di beberapa Kecamatan di Kabupaten Kerinci belum lama ini.
Aksen bahasa Kerinci yang juga khas tuturan Monadi, makin membuat masyarakat mesra dan merasa Pemkab hadir ditengah warga saat bencana alam yang menimpa sebagian masyarakat Sakti Alam Kerinci.
Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan keseriusan dalam menangani permasalahan banjir tahunan yang kerap melanda wilayah sekitar Sungai Batang Merao. Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah komprehensif, mulai dari penanganan darurat hingga upaya jangka panjang bersama instansi terkait.
Dalam keterangannya, Monadi menyatakan kesiapan penuh Pemkab Kerinci menghadapi potensi luapan susulan. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah sistem pompanisasi untuk menyedot genangan air agar cepat surut.
“Kita sudah siap apabila terjadi banjir lagi akibat luapan Sungai Batang Merao. Pompa sudah siap. Jadi ketika air meluap, kita langsung lakukan pompanisasi,” ujar Monadi dengan tegas.
Langkah cepat ini terbukti efektif, di mana kondisi banjir saat ini dilaporkan telah surut sepenuhnya. Meski demikian, Monadi mengakui dampak banjir kali ini cukup luas, menggenangi hampir 50% rumah warga di desa terdampak. Respons cepat juga dilakukan dengan mengevakuasi warga ke gedung serbaguna dan rumah kerabat yang aman.
Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai
Menyadari akar masalah banjir adalah sedimentasi dan pendangkalan sungai, Bupati Monadi tidak hanya berfokus pada penanganan hilir. Ia intensif berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mencari solusi permanen.
“Memang sudah terjadi pendangkalan (sedimentasi) di Sungai Batang Merao, terutama di daerah hilir. Kita terus berkoordinasi dengan Balai, mudah-mudahan segera ada langkah konkret,” jelasnya.
Bantuan pompa yang saat ini disiagakan pun merupakan hasil sinergi antara Pemkab Kerinci dan pihak Balai.
Penanganan Masih Terkendali
Terkait status kebencanaan, Monadi menilai situasi saat ini masih sangat terkendali di tingkat kabupaten sehingga belum perlu menaikkan status menjadi tanggap darurat tingkat provinsi.
“Insyaallah masih bisa ditangani di kabupaten. Sekarang kondisi sudah normal kembali, tingkat kedaruratannya masih dalam jangkauan kemampuan daerah,” pungkas Monadi, menunjukkan optimisme atas kesiapan jajarannya.
Langkah sigap ini memperlihatkan komitmen Pemkab Kerinci untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan keselamatan warga, dan terus berupaya meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi di masa mendatang. (cer)


























Discussion about this post