CERDASI.ID, JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin langsung rapat pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Jambi di Gedung Mahligai Bank Jambi, Rabu (24/2/2026) malam. Rapat tersebut digelar menyusul mencuatnya isu anomali transaksi yang tengah menjadi perhatian publik.
Pertemuan tertutup itu turut dihadiri para Bupati /Wali Kota se-Provinsi Jambi selaku pemegang saham, jajaran direksi Bank Jambi, serta sejumlah tamu undangan. Salah satu agenda rapat adalah membahas langkah strategis menyikapi hilangnya saldo nasabah yang saat ini masih dalam proses penelusuran.
“Karena ini ada hubungannya dengan pemegang saham Bupati dan Walikota, tentu Bank Jambi wajib melaporkan persoalan itu ke pemegang saham. Sehingga pemegang saham nanti bisa mengambil langkah-langkah dengan Direksi Bank Jambi,” ujar Al Haris.
Menurutnya, transparansi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap bank daerah. Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
Saat ini, proses forensik tengah dilakukan secara terpadu oleh pihak Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PPATK, serta aparat Kepolisian. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengungkap akar persoalan di balik hilangnya saldo nasabah.
Terkait pemblokiran sementara sejumlah layanan, Gubernur Al Haris memastikan dana nasabah tetap aman. Masyarakat yang ingin melakukan penarikan dana masih dapat dilayani dengan datang langsung ke kantor cabang terdekat.
“Dana nasabah tetap aman. Kita ingin proses transaksi keuangan di lapangan di ada masalah, tidak ada masyarakat yang dirugikan. Untuk saat ini masih bisa mengambil uang di Bank Jambi, hanya saja tidak menggunakan ATM,” jelasnya.
Hadir dalam RUPS ini seperti Walikota Jambi Maulana, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, Bupati Tanjabtim Dillah Hich, Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Merangin Syukur dan perwakilan daerah lainnya seperti Wakil Bupati dan Sekda. (*)



























Discussion about this post