CERDASI. ID, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris memastikan pembayaran gaji puluhan ribu aparatur sipil negara (ASN), baik PNS dan PPPK di Pemprov dan Pemda untuk Maret 2026 masih aman lewat Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Jambi pasca insiden siber.
Hal itu disampaikan gubernur usai memimpin rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang sahan luar biasa (RUPSLB) PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) di gedung Mahligai Bank Jambi, Kota Jambi, Rabu malam (25/2).
“Gaji ASN ada, tak ada masalah, cuma sementara tidak bisa menarik di ATM saja, mudah-mudahan Bank Indonesia cepat buka blokirnya. Tadi sudah disampaikan ke pihak Bank Indonesia,” jelas Al Haris.
Berdasarkan hasil rapat, gubernur memastikan layanan di masing-masing kantor cabang sudah beroperasi normal, hanya saja terjadi penutupan layanan pintar berbasis aplikasi dan tarik tunai.
Ia menyebut langkah itu diambil untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian terkait dugaan serangan kejahatan digital yang menimpa Bank Jambi sejak Minggu (22/2) lalu.
Gubernur memastikan, kolaborasi bersama BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Polri telah terbangun untuk memberikan rasa aman kepada nasabah, sekaligus mengungkap dan melakukan langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak berulang.
Selain itu, Bank Jambi memberikan garansi dana nasabah yang hilang dalam peristiwa itu tetap aman, dan akan di kembalikan sepenuhnya berdasarkan pelaporan korban dan kesesuaian data transaksi ke kantor layanan terdekat.
Menurut dia, peristiwa semacam ini bisa menimpa dunia perbankan di mana saja, dan itu pernah terjadi di sejumlah bank daerah.
Saat ini, kata dia, seluruh jajaran yang terlibat sepenuhnya sedang melakukan usaha pengungkapan peristiwa dan penanganan lanjutan.
“Intinya Bank Jambi bertanggung jawab sepenuhnya, kami pemegang saham ini juga bertanggung jawab terhadap para nasabah. Kita masih menunggu hasil audit forensik dulu, ya,” sebutnya.
Merespons cepat situasi ini, manajemen Bank Jambi langsung bergerak taktis. Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh atas keamanan dana nasabah.
Khairul menjamin tidak akan ada satu rupiah pun uang nasabah yang hilang akibat kendala teknis maupun gangguan pihak ketiga ini. Jika terbukti ada saldo yang berkurang karena eror sistem, Bank Jambi berkomitmen menggantinya secara utuh.
“Sesuai dengan ketentuan, Bank Jambi berkomitmen apabila terjadi kerugian nasabah, akan melakukan penggantian secara penuh, baik itu disebabkan oleh kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank Jambi,” tegas Khairul, Senin (23/2/2026).
Sebagai langkah mitigasi dan perlindungan konsumen, Bank Jambi saat ini tengah melakukan audit forensik menyeluruh. Langkah ini diambil justru untuk memastikan data nasabah aman dan sistem kembali prima.
Selama proses perbaikan dan audit ini berlangsung, layanan mobile banking dan ATM dinonaktifkan sementara demi keamanan data. Namun, nasabah tidak perlu risau karena transaksi perbankan tetap berjalan normal.
Nasabah dipersilakan datang langsung ke seluruh jaringan kantor layanan Bank Jambi, baik kantor cabang, cabang pembantu, maupun kantor fungsional untuk melakukan penarikan atau transaksi lainnya secara aman dengan bantuan petugas. (cer)



























Discussion about this post