CERDASI. ID, JAMBI – Kasus penyakit campak di Provinsi Jambi rupanya sedang menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun. RSUD Raden Mattaher mencatat bahwa pasien campak—yang saat ini didominasi oleh anak-anak—terus bertambah setiap bulannya.
Meski angka kasus merangkak naik, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Pihak rumah sakit memastikan sudah bersiaga penuh untuk menangani para pasien. Berikut fakta-fakta di lapangan yang perlu Anda ketahui agar bisa lebih waspada.
Tren Kenaikan Kasus Terus Berlanjut
Lonjakan pasien campak yang dirawat di RSUD Raden Mattaher umumnya merupakan rujukan dari beberapa wilayah, seperti sekitar Kota Jambi, Muaro Jambi, Batanghari, hingga Tanjung Jabung. Berikut adalah rincian lonjakan kasus sejak awal tahun:
Januari: 3 pasien
Februari: 4 pasien
Maret: 7 pasien
Awal April: 9 pasien
”Total sudah ada 20 lebih pasien yang kita rawat,” jelas Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher, Anton Trihartanto, Jumat (7/4/2026).
Rumah Sakit Siapkan Dua Sistem Penanganan
Sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Raden Mattaher sudah menyiapkan strategi penanganan yang matang sejak awal ditemukannya kasus. Ada dua sistem ruang perawatan yang disiagakan:
Bangsal Isolasi Biasa: Dikhususkan untuk merawat pasien campak dengan kondisi ringan hingga sedang.
Ruang ICU Isolasi: Disiagakan khusus untuk pasien dengan kondisi berat yang membutuhkan alat bantu napas.
Kabar baiknya, strategi ini berjalan efektif. Sebagian besar pasien yang dirawat menunjukkan perkembangan positif, sembuh, dan sudah diizinkan pulang untuk rawat jalan. Rata-rata masa pemulihan pasien membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Kenali Gejala dan Langkah Tepat Mencegahnya
Karena campak sangat mudah menular melalui droplet (percikan liur), peran aktif orang tua dan keluarga sangat krusial. Jika anak atau anggota keluarga menunjukkan gejala, segera ambil tindakan pencegahan:
Gejala yang harus diwaspadai: Demam, batuk, mata merah, dan munculnya ruam pada kulit.
Lakukan Isolasi Mandiri: Jika gejala muncul, segera isolasi pasien di rumah. Jangan bawa pasien ke tempat umum saat masih dalam fase infeksius karena sangat berisiko menulari lingkungan sekitar.
Periksakan ke Faskes: Jangan tunda untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan medis yang tepat.
Sebagai benteng pertahanan utama, Anton kembali mengingatkan pentingnya imunisasi pada anak. “Imunisasi sangat berpengaruh dalam mencegah campak. Bahkan ada teori yang menyebutkan perlunya booster,” pungkasnya. (anr)

























Discussion about this post