CERDASI. ID, JAMBI — Ancaman merosotnya jumlah pendaki ke Gunung Kerinci akibat minimnya fasilitas infrastruktur memantik reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jamni. Pemerintah daerah didesak segera turun tangan mempercantik akses jalur atau tapak pendakian agar tidak kalah saing dengan wilayah tetangga yang kini gencar membangun jalur baru.
Hal itu disuarakan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci, Amrizal. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalur pendakian adalah langkah mendesak. Jika akses di wilayah Kerinci dibiarkan sulit dilalui, ia khawatir para wisatawan dan pendaki akan lebih memilih rute dari daerah tetangga yang fasilitasnya lebih memadai.
“Kalau kita biarkan, nanti orang sebelah (daerah tetangga Solok Selatan, red) yang diuntungkan. Kerinci nanti tinggal namanya saja. Kalau mereka yang bikin jalur bagus, orang mau naik gunung ya lewat sana,” tegas Amrizal saat sidang paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi belum lama ini.
Ia meminta adanya sinergi dan intervensi nyata agar jalur pendakian dari wilayah Kerinci tetap menjadi primadona. Amrizal juga menepis kekhawatiran bahwa proyek perbaikan jalan ini akan merusak kelestarian alam dan ekosistem Taman Nasional.
“Kita tidak merusak alam, kita hanya memperbaiki jalannya awal masuknya saja. Jalan dari Simpang Macan ke atas pintu gunung itu kan susah. Kalau untuk jalur ke atasnya lagi tidak perlu, biarkan seperti itu alami. Kita tidak akan merusak pohon satu pun, yang penting jalan dari Simpang Macan itu dipercantik,” terang Anggota DPRD asal Dapil Kerinci-Sungai Penuh ini.
Desakan dari legislatif Kerinci ini langsung mendapat respons dari Gubernur Jambi, Al Haris. Mengamini pentingnya menjaga marwah pariwisata Kerinci, orang nomor satu di Provinsi Jambi ini menyebut bahwa kunci dari penataan kawasan tersebut berada di tangan Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Al Haris menantang Bupati Kerinci untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merespons langkah daerah tetangga yang mulai membuka jalur tapak pendakian.
“Ini kan kebijakan Bupatinya. Saya minta nanti Kerinci, Bupatinya kreatif. Silakan nanti bikin tapak yang sama, lebih bagus lagi, dengan sarana yang bagus. Nanti orang akan banyak ke Kerinci untuk naik ke atas,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur memaklumi jika wilayah tetangga berupaya menarik wisatawan dengan membuka akses baru. Namun, ia menekankan bahwa Kerinci sebagai tuan rumah utama tidak boleh kalah langkah dan harus mampu menyediakan infrastruktur yang representatif.
“Meskipun di sebelah dia boleh buka saja, tidak masalah, tapi kan kita juga mesti punya jalur pendakian yang layak,” pungkasnya. (*)






























Discussion about this post