CERDASI. ID, JAMBI – Ada orang ulang tahun minta didoakan panjang umur.
Achmad Sarwani tidak. Baginya hidup bukan soal lama, tapi soal melambai tanpa beban.
Namanya makin sering terdengar.
Di berita.
Di video paripurna.
Di obrolan warung kopi.
Achmad Sarwani adalah anggota DPR Provinsi Jambi yang tidak suka setengah-setengah.
Kalau paripurna, ia marah.
Bukan karena emosi, tapi karena peduli.
Peduli sampai suara naik.
Peduli sampai ada kuping panik
Saat yang lain diam demi citra,
ia ribut demi prinsip.
Karena rapat tanpa emosi, baginya, cuma kumpul-kumpul ngadem
Soal pendemo, ia tidak cari pintu belakang.
Ia maju ke depan.
Bukan buat kabur, tapi buat ngeladeni.
Ia tidak anti kritik.
Ia hanya percaya: aspirasi harus ditatap mata ke mata.
Meski jaraknya kadang bikin pejabat lain gerah.
Urusan nraktir?
Itu kebiasaan paling ikhlas.
Ngeluarin uang tanpa mikir besok.
Pokoknya oke saja.
Bukan pencitraan.
Lebih ke malas menghitung.
Rezeki jangan kebanyakan disimpan di kepala.
Yang paling langka dari Achmad Sarwani:
Tidak punya beban hutang politik.
Bicara tanpa izin.
Marah tanpa restu.
Melawan tanpa lihat spanduk.
Di dunia politik penuh kalkulasi,
ia hadir sebagai anomali.
Terlalu jujur untuk rapi.
Terlalu berani untuk aman.
Di hari ulang tahunnya,
tak perlu berharap ia jadi lebih kalem.
Cukup tetap seperti ini:
keras tapi nyata,
ribut tapi hadir,
sarkas tapi peduli.
Selamat ulang tahun, Sarwan Ghani
Tetaplah nothing to lose,
karena yang paling berbahaya di politik
bukan yang berani marah,
tapi yang terlalu takut kehilangan.
Aku tidak memuji,
aku berkata sesuai yang anda juga rasa. (*)





























Discussion about this post