CERDASI. ID, JAMBI – Warga Kota Jambi kini bisa bernapas lega. Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi semakin gencar memperluas jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga. Diintegrasikan melalui program “Kartu Bahagia”, jargas kini menjadi senjata utama pemerintah untuk memangkas pengeluaran bulanan warga sekaligus mengakhiri keharusan antre panjang demi LPG 3 kilogram.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa perluasan jargas bukan sekadar opsi alternatif, melainkan prioritas utama pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan beralih ke jargas, setiap rumah tangga diperkirakan mampu menghemat hingga Rp150 ribu per bulan.
”Bayangkan kalau angka itu dikalikan satu tahun, cukup besar. Uang tersebut bisa dialihkan warga untuk kebutuhan yang jauh lebih krusial, seperti pendidikan anak dan pemenuhan gizi keluarga,” ujar Maulana.

Solusi Mandiri di Tengah Krisis Global
Selain alasan ekonomi keluarga, program ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan kemandirian energi. Maulana menyoroti dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah, yang sewaktu-waktu dapat memicu lonjakan harga LPG impor di Indonesia.
”Kita tidak bisa terus bergantung pada energi impor. Jargas adalah solusi jangka panjang yang lebih aman, stabil, modern, dan tentunya sangat menguntungkan masyarakat,” tegasnya.
Suntikan Dana Rp140 Miliar untuk 15 Ribu Sambungan Baru
Untuk mempercepat realisasi, Pemkot Jambi telah mengamankan alokasi anggaran sebesar Rp140 miliar dari pemerintah pusat pada tahun 2025. Dana segar ini ditargetkan mampu membangun 15 ribu sambungan jargas baru, melengkapi sekitar 28 ribu rumah tangga di Kota Jambi yang saat ini sudah lebih dulu menikmati fasilitas tersebut.
Guna memuluskan proyek ini, Wali Kota menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turun langsung ke masyarakat. ASN diminta proaktif menyosialisasikan manfaat jangka panjang jargas sekaligus meredam keluhan warga terkait proses pembangunan.
”Memang saat pemasangan akan ada sedikit gangguan seperti galian jalan. Kami minta warga bersabar karena itu hanya sementara, sedangkan manfaatnya akan dirasakan hingga bertahun-tahun,” tambah Maulana.
Sejauh ini, warga yang telah beralih ke jargas mengakui pasokan energi mereka menjadi jauh lebih stabil, hemat, dan praktis. Keberhasilan ini membuat warga di wilayah yang belum terjangkau semakin tidak sabar menantikan perluasan jaringan gas ke permukiman mereka. (*)

























Discussion about this post