CERDASI. ID, JAMBI – Kinerja positif Bank Jambi dalam memperluas akses layanan perbankan kembali menuai apresiasi. Tidak hanya fokus pada pusat perkotaan, bank kebanggaan masyarakat Jambi ini menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menembus pedalaman Merangin untuk membawa ‘Lentera Inklusi’ bagi masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Mengusung tema “Lentera Inklusi di Balik Rimba: Membangun Kemandirian Finansial Suku Anak Dalam”, langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Bank Jambi dalam mendorong pemerataan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, Wakil Bupati Merangin H. Abdul Khafidh, serta Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung HS. Hadir pula jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merangin, Ketua Tumenggung, beserta masyarakat dan pelajar Suku Anak Dalam.
Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi, Achmad Nunung HS, menegaskan bahwa Bank Jambi selalu mendukung penuh berbagai program literasi keuangan yang menyentuh masyarakat hingga ke pelosok daerah. Hal ini sejalan dengan tren kinerja positif Bank Jambi yang terus berupaya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap saudara-saudara kita di Suku Anak Dalam dapat semakin mengenal produk dan layanan keuangan formal perbankan. Mereka harus memahami manfaat menabung serta memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkap Achmad Nunung HS.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, memaparkan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65,43 persen. Indeks inklusi keuangan juga naik menjadi 80,51 persen dari 75,02 persen pada tahun 2024.
“Meski demikian, masih ada kesenjangan sebesar 14,02 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan. Oleh karena itu, OJK bersama mitra strategis seperti Bank Jambi terus memprioritaskan edukasi ke kelompok masyarakat di pedesaan dan wilayah 3T,” jelas Yan Iswara.
Ia menambahkan, peran edukasi sangat krusial untuk melindungi masyarakat. “Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara bijak, mengelola pendapatan efektif, serta membentengi diri dari berbagai risiko penipuan atau kejahatan keuangan,” tegasnya.
Kegiatan ini tidak sekadar memberikan teori pengelolaan uang, tetapi juga mengenalkan langsung kemudahan akses layanan perbankan yang aman. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Bank Jambi, OJK, dan Pemerintah Kabupaten Merangin, diharapkan kemandirian finansial Suku Anak Dalam dapat terwujud, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka secara jangka panjang. (cer/*)

























Discussion about this post